5 Risiko Terbesar yang Dihadapi Perusahaan Migas

Jika Anda adalah seorang investor, tentunya Anda harus mengetahui apa saja risiko yang harus dihadapi pada sebuah industri yang akan Anda geluti. Risiko umum yang terjadi pada tiap industri mungkin terlihat sama namun, ada beberapa risiko istimewa yang hanya bisa terjadi pada industri tertentu. Misalkan saja risiko yang dapat terjadi pada industri migas.

Ketahui 5 risiko terbesar yang sering dialami oleh perusahaan yang bergelut di industri migas berikut:

1. Risiko Politik
Hal utama yang akan mempengaruhi perusahaan migas pada bidang politik adalah peraturan pemerintah yang mengatur pergerakan perusahaan tersebut. Biasanya, akan ada regulasi ataupun peraturan yang mengatur dimana, kapan dan bagaimana perusahaan migas dapat bergerak untuk melakukan ekstraksi minyak dan gas yang ada di sebuah negara. Konon, pada umumnya risiko politik ini akan lebih meningkat ketika perusahaan investor adalah perusahaan asing.

Perusahaan migas akan cenderung memilih negara-negara yang memiliki sistem politik yang lebih stabil, riwayat pengabulan investasi yang lebih mudah dan sewa yang memiliki jangka panjang. Namun, beberapa perusahaan juga memilih negara yang kaya akan minyak dan gas walaupun negara tersebut tidak sesuai dengan preferensi mereka.

2. Risiko Geologis
Banyaknya sumber minyak dan gas yang prosesnya mudah didapat namun juga cenderung mudah disadap membuat ekplorasi sumber migas berpindah ke tempat-tempat yang kurang bersahabat. Contohnya antara lain pembangunan kilang minyak di tengah lautan yang bergelombang. Walaupun begitu, ada banyak teknik ekstraksi migas yang tidak konvensional dan mampu membantu investor mendapatkan hasil walaupun mungkin terlihat tidak memungkinkan pada awalnya.

Risiko geologis ini sendiri mengacu pada sulitnya ekstraksi serta kemungkinan hasil yang lebih kecil dari perkiraan. Ahli geologi minyak dan gas bekerja keras untuk meminimalisasi risiko geologi yang terjadi dengan rutin melakukan pengujian, sehingga jarang sekali ditemukan hasil yang jauh dari perkiraan sebelumnya.

3. Risiko Harga
Di luar risiko geologi, harga minyak dan gas merupakan faktor utama untuk menentukan apakah sebuah investasi migas layak atau tidak secara ekonomi. Pada dasarnya, hambatan geologis yang ditemukan hingga kemudahan untuk melakukan ekstraksi menjadi faktor utama dalam menentukan risiko harga. Hal ini dikarenakan untuk melakukan ekstraksi yang tidak konvensional tentunya diperlukan juga lebih banyak biaya. Sebuah proyek pastinya akan menjadi tidak menguntungkan jika terjadi penurunan harga minyak dan gas. Inilah alasan mengapa sebuah perusahaan harus melakukan sistem forecast selama jangka waktu proyek berlangsung.

4. Risiko Penawaran & Permintaan
Risiko yang satu ini adalah risiko utama yang dapat terjadi pada perusahaan migas. Seperti yang diungkapkan sebelumnya, sebuah projek membutuhkan banyak modal dan juga waktu untuk dapat berjalan. Harga minyak dan gas yang cenderung tidak stabil serta faktor ekonomi lain seperti krisis keuangan juga turut berpengaruh dalam penawaran serta permintaan akan minyak dan gas.

5.Risiko Pembiayaan
Dari kesemua risiko yang telah disebutkan di atas, inilah risiko yang paling besar dan dipengaruhi oleh keempat risiko di atas. Semakin berat peraturan dan biaya eksplorasi, maka akan semakin mahal pula biaya operasional yang harus ditanggung oleh perusahaan. Selain itu, perusahaan migas juga harus mempertimbangkan gaji yang harus dibayarkan untuk pekerja yang berkualitas pula. Hal inilah yang menyebabkan mengapa perusahaan migas membutuhkan modal yang cukup padat dan pemainnya semakin kiat sedikit dari waktu ke waktu.