Manajemen risiko adalah sistem prosedur dan aturan yang diterapkan untuk mengidentifikasi, menganalisis, menilai, dan memantau risiko. Tak sekadar bertujuan mengurangi risiko, manajemen risiko juga dapat mengambil keuntungan dari setiap peluang yang muncul. Sistem ini diharapkan meningkatkan hasil di masa depan dan mendukung pengambilan keputusan secara berkelanjutan, khususnya di sektor publik. Oleh sebab itu, manajemen risiko wajib didukung strategi yang terencana, logis, komprehensif, dan didokumentasikan secara sistematis.
Strategi Penerapan Manajemen Risiko
Strategi dalam menerapkan manajemen risiko mencakup instruksi, rencana, dan prosedur yang berfungsi mendukung unit organisasi saat mengelola risiko. Pertimbangan risiko pada organisasi sektor publik dapat diklasifikasikan berdasarkan bidang-bidang berikut:
- Keuangan (misalnya pendapatan dari pajak real estate lebih rendah dari yang diharapkan.)
- Sumber Daya Manusia (kesalahan yang dibuat karawan saat mengambil keputusan.)
- Teknologi Informasi (seperti kerusakan software)
Oleh sebab itu, manajemen risiko di sektor publik harus tunduk pada proses ketat yang terdiri dari beberapa elemen berikut ini:
- Identifikasi Risiko yang berkaitan dengan kegiatan operasional.
- Analisis Risiko: menghitung probabilitas risiko dan konsekuensi peristiwa tertentu.
- Memperkirakan dan memprioritaskan risiko: berdasarkan besar kecilnya risiko.
- Menilai risiko: apakah risiko tersebut diterima atau tidak.
- Menerapkan langkah-langkah pengendalian risiko yang memadai.
Metode Penanganan Risiko
Manajemen risiko di sektor publik juga mencakup metode penanganan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Menerima risiko jika biaya pencegahan jauh lebih besar daripada risiko yang ditimbulkan fenomena tertentu.
- Menarik diri dari aktivitas tertentu.
- Menangkal risiko dengan cara membuat dan melaksanakan rencana aksi.
- Memindahkan risiko (transfer risiko) dengan cara mengambil polis asuransi atau mengandalkan jaminan kinerja kontrak.
Belajar Manajemen Risiko dari Uni Eropa
Manajemen risiko di sektor publik dapat didefinisikan sebagai metode yang logis dan sistematis dalam menciptakan konteks, mengidentifikasi, menganalisis dan menilai risiko, serta tindakan pengawasan dan pemberian informasi seputar risiko tersebut. Manajemen risiko merupakan proses berkelanjutan sehingga organisasi dapat meminimalkan kerugian sekaligus memaksimalkan peluang yang ada. Struktur manajemen risiko juga termasuk rencana organisasi, kebijakan dan prosedur tentang manajemen risiko, dokumentasi risiko, serta data individu dan tim yang bertanggung jawab atas risiko tersebut.
Sektor pelayanan publik di negara-negara Uni Eropa sering menyediakan informasi tentang sifat dan ruang lingkup investasi dalam manajemen risiko. Hal ini dikarenakan pemangku kepentingan (
stakeholder) ingin memastikan bahwa pengawasan risiko dan perlindungan sumber daya dilakukan secara memadai. Jika Polandia ingin dianggap sebagai negara dengan iklim investasi yang baik, maka Polandia harus menerapkan manajemen risiko sesuai standar yang ditetapkan Komisi Eropa. Dalam sistem administrasi, pihak manajemen senior bertanggung jawab atas manajemen risiko yang meliputi pencapaian tujuan, perlindungan aset, dan penggunaan sumber daya yang efisien, ekonomis, dan efektif.
Menurut standar pengendalian keuangan, kepala unit harus mengidentifikasi risiko internal dan eksternal terkait dengan pencapaian tujuan unit, seluruh unit serta program tertentu secara terpisah. Bila terjadi perubahan tertentu pada suatu unit, maka proses identifikasi risiko harus dilakukan kembali. Kaitan antara identifikasi risiko dengan konsekuensi potensial dan peluang kemunculannya wajib dianalisis secara mendalam.
Selanjutnya, manajer risiko harus melakukan penilaian berkelanjutan berdasarkan indikator kuantitatif, kualitatif, dan kriteria lainnya. Dengan begitu, penerapan manajemen risiko tersebut dapat membantu setiap unit sektor publik memberikan pelayanan prima sekaligus mencapai tujuannya. Implementasi manajemen risiko yang dilakukan secara detail dan tepat sasaran akan membawa banyak manfaat bagi organisasi sektor publik. Masyarakat pun dapat merasakan peningkatan kualitas layanan yang memuaskan.