
Perusahaan keluarga merupakan salah satu penopang perekonomian dunia. Di Indonesia, perusahaan keluarga mendominasi kapitalisasi pasar dengan persentase mencapai 62%. Salah satu ciri khas perusahaan keluarga adalah pengelolaan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Setiap generasi biasanya memiliki tujuan yang berbeda-beda meskipun harus berpegang teguh pada warisan budaya dari generasi terdahulu.
Semakin lama suatu perusahaan keluarga beroperasi, biasanya semakin minim pula interaksi antar anggota keluarga yang terlibat dalam pengelolaannya. Selain itu, pengalaman pengelola pun semakin minim dan kesamaan visi misi kian memudar. Tujuan perusahaan dan proses pengelolaan yang berubah-ubah justru dapat mengganggu stabilitas perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan keluarga juga butuh sistem tata kelola perusahaan yang diberlakukan secara jelas.
Manfaat Sistem Tata Kelola bagi Perusahaan Keluarga
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh setelah menerapkan tata kelola pada perusahaan keluarga yaitu:
- Koordinasi proses pengambilan keputusan berlangsung lebih mudah.
- Melakukan manajemen kontrol yang lebih sistematis.
- Meminimalkan konflik personal antar anggota keluarga.
- Melindungi aset dan meningkatkan keuntungan perusahaan keluarga.
- Menjaga kelanjutan bisnis keluarga secara lancar.
- Mewujudkan rencana-rencana jangka panjang demi kemajuan perusahaan keluarga.
- Menjamin keharmonisan hubungan antar anggota keluarga di masa mendatang.
Unsur-Unsur Pengelolaan Informal dalam Perusahaan Keluarga
Sistem tata kelola perusahaan keluarga dibangun berdasarkan berbagai unsur informal. Budaya yang dianut secara turun temurun dalam keluarga juga dianggap sebagai unsur pengelolaan yang sangat penting. Nilai-nilai budaya tersebut kemudian dijadikan sebagai panduan berbisnis dan dasar evaluasi bagi pencapaian perusahaan keluarga. Biasanya, budaya keluarga yang diberlakukan di perusahaan mencakup nilai-nilai ekonomi, agama, politik, lingkungan, etika, dan keadilan. Penanaman nilai-nilai dan visi tersebut harus dilakukan secara maksimal demi menumbuhkan kepedulian di kalangan anggota keluarga yang mengelola bisnis.
Salah satu elemen tata kelola perusahaan yang bersifat informal tetapi sangat penting bagi perusahaan keluarga adalah persepsi keadilan. Jenis keadilan tersebut bisa dijabarkan dalam tiga bentuk, yaitu keadilan hasil (distributif), keadilan dalam proses pengambilan keputusan (prosedural), dan keadilan perawatan (interaksional). Jika tata kelola perusahaan keluarga berhasil menjunjung tinggi keadilan, risiko konflik dan ketidakpuasan anggota keluarga dapat diminimalkan. Karena setiap individu yang terlibat dalam perusahaan keluarga tak mudah kecewa karena merasa sudah mendapatkan keadilan.
Oleh sebab itu, setiap perusahaan keluarga harus menjunjung tinggi prinsip keadilan demi keberlangsungan perusahaan. Penerapan langkah-langkah berikut ini sangat krusial untuk mewujudkan prinsip keadilan pada perusahaan keluarga:
- Setiap anggota keluarga yang mengelola perusahaan terlibat dalam proses membingkai masalah.
- Melakukan proses eksplorasi dan menentukan pilihan solusi yang tepat.
- Mengambil keputusan dan memberikan alasan tentang pilihan solusi yang diambil.
- Menerapkan solusi yang sudah dipilih.
- Melakukan evaluasi secara berkelanjutan dan terus mempelajari hasilnya.
Penerapan prinsip keadilan pada tata kelola perusahaan keluarga harus didasari oleh prinsip komunikasi, klarifikasi, eksistensi, perubahan, dan komitmen terhadap keadilan. Proses pengelolaan perusahaan yang positif dengan prinsip keadilan akan mendukung proses bisnis secara efektif. Jika tak ada proses yang adil dalam perusahaan keluarga, setiap anggota keluarga yang terlibat akan bereaksi keras terhadap ketidakadilan yang dirasakan.
Pada umumnya, sistem tata kelola yang diimplementasikan pada perusahaan keluarga dapat bertahan lama dan turun menurun. Oleh karena itu, penerapannya harus terus diberlakukan secara disiplin sambil disesuaikan dengan budaya yang dipegang teguh oleh keluarga. Perusahaan keluarga tak boleh sekadar bergantung pada tingkat kedekatan emosional antar anggota keluarga. Tetapi juga harus berorientasi pada kemampuan adaptasi anggota keluarga yang terlibat mengelola perusahaan tersebut. Hal positif ini akan membuat perusahaan keluarga terbebas dari kesan kolot dan mampu mengungguli persaingan pasar.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada 88 perusahaan keluarga di Cina, kemampuan adaptasi keluarga akan sangat mempengaruhi kepemimpinan generasi kedua. Perusahaan keluarga yang dibangun berlandaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik akan mempermudah pengelolaan pada generasi-generasi berikutnya. Anggota keluarga yang terlibat dalam perusahaan keluarga juga akan memiliki kepuasan kerja dan kepuasan hidup yang lebih tinggi. Sehingga komitmen terhadap perusahaan keluarga juga meningkat dan mampu meminimalkan kecenderungan untuk keluar dari pengelolaan bisnis.
Uniknya, penelitian tersebut tidak dapat membuktikan korelasi antara kedekatan hubungan keluarga dengan kelangsungan perusahaan keluarga. Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem tata kelola perusahaan yang tertata rapi memiliki peranan jauh lebih besar bagi eksistensi perusahaan keluarga. Sehingga perusahaan keluarga akan bertahan lebih lama di tengah ketatnya persaingan bisnis.
Tantangan dalam mengelola perusahaan keluarga memang tak kalah besar dibandingkan jenis perusahaan lainnya. Banyak nilai yang saling berhubungan dengan prinsip bisnis dalam suatu perusahaan keluarga. Tak sekadar bertujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, upaya untuk mencapai kehamornisan keluarga juga tak kalah penting. Bila hubungan antar anggota keluarga selalu harmonis, pengelolaan perusahaan akan berlangsung lebih mudah. Karena komunikasi antar pengelola adalah kunci kesuksesan dan eksistensi perusahaan keluarga. Keinginan untuk mempertahankan perusahaan secara turun temurun pun tak lagi terasa mustahil.