Keberlanjutan (sustainability) merupakan konsep esensial yang patut dijadikan salah satu dasar operasional di industri energi. Implementasi konsep tersebut bertujuan membuat bisnis bukan hanya fokus pada keuntungan dari segi ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan hidup maupun kondisi sosial masyarakat. Prinsip yang sarat manfaat ini juga butuh proses pemantauan secara teratur untuk memastikan eksekusinya sejalan dengan tujuan awal. Itulah sebabnya proses audit keberlanjutan wajib diupayakan secara berkesinambungan oleh setiap perusahaan energi.
Apa Itu Audit Keberlanjutan?
Audit keberlanjutan (audit sustainability) adalah proses evaluasi yang dilakukan terhadap praktik perusahaan secara sistematis untuk memastikan bahwa konsep sustainability telah diterapkan secara konsisten dan bertanggung jawab. Tahapan penilaian terhadap implementasi keberlanjutan tersebut mencakup beberapa elemen, antara lain penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah, kepatuhan terhadap regulasi terkait lingkungan, serta dampak terhadap bidang sosial dan ekonomi.
Apa Fungsi Audit Keberlanjutan?
Beberapa tujuan yang ingin dicapai saat perusahaan energi melakukan audit keberlanjutan, yaitu:
- Mewujudkan efisiensi proses operasional: audit keberlanjutan membantu mengidentifikasi proses operasional yang belum efisien sehingga perusahaan bisa bergegas melakukan perbaikan.
- Membantu perusahaan energi mengidentifikasi risiko: fungsi audit keberlanjutan lainnya yang tak kalah krusial adalah membantu mengidentifikasi risiko. Tahapan pemeriksaan menyeluruh akan mengungkap hal-hal yang berisiko menimbulkan masalah di perusahaan pada kemudian hari. Dengan demikian, perusahaan pun dapat melakukan mitigasi berupa manajemen risiko secara matang pasca pelaksanaan audit.
- Mencerminkan kepatuhan terhadap standar global: penerapan audit keberlanjutan juga menunjukkan bahwa suatu perusahaan telah menjalankan kepatuhan terhadap standar global. Salah satu contoh konkret kepatuhan tersebut terlihat dari terwujudnya konsep Environmental, Social, and Governance (ESG). ESG membantu menilai manfaat yang diraih perusahaan, masyarakat sekitar, maupun pemerintah berdasarkan sudut pandang lingkungan, sosial, dan tata kelola.
- Mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan: masyarakat modern kini semakin sadar tentang manfaat konsep ramah lingkungan dalam hidup. Oleh karena itu, perusahaan energi yang sudah berhasil membangun citra sebagai bisnis ramah lingkungan harus lebih giat berupaya mempertahankan keunggulan tersebut.
- Memberikan inspirasi tentang perbaikan berkesinambungan: sama seperti sektor bisnis lainnya, perusahaan yang bergerak di bidang industri energi juga patut melakukan perbaikan berkesinambungan dari berbagai sisi. Inovasi ini bukan cuma berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan, melainkan juga kemajuan sektor energi tanah air di masa kini dan masa depan.
Beragam Jenis Audit Keberlanjutan
Setiap perusahaan biasanya memilih metode audit keberlanjutan yang berbeda tergantung kebutuhan masing-masing. Secara garis besar, jenis audit keberlanjutan yang paling umum meliputi:
- Audit eksternal (pihak ketiga): proses evaluasi ini dibantu pihak ketiga yang bersifat independen supaya tidak ada bias dalam penilaian. Intensitas audit eksternal biasanya dilakukan satu tahun sekali. Selain membandingkan kinerja perusahaan dengan konsep ESG serta aturan yang diberlakukan pemerintah, pihak auditor biasanya juga akan memberikan banyak saran untuk efisiensi.
- Audit internal: jenis audit keberlanjutan ini dilakukan para karyawan untuk memeriksa efektivitas praktik sustainability di perusahaan. Biasanya audit internal lebih fokus terhadap area tertentu, misalnya efisiensi produksi atau pengolahan limbah.
- Evaluasi: metode ini merupakan pendekatan paling mendasar yang dilakukan bagi karyawan. Para karyawan akan menilai kinerja pribadinya berdasarkan metrik yang telah ditentukan perusahaan. Meskipun evaluasi pribadi sarat dengan subjektivitas, penilaian ini tetap bermanfaat bila dikombinasikan dengan metode lainnya.
Elemen Penilaian dalam Audit Keberlanjutan
Jika perusahaan sudah membentuk komite keberlanjutan untuk melakukan audit, maka langkah berikutnya adalah pemeriksaan seluk-beluk perusahaan berdasarkan elemen penilaian berikut ini:
- Tata Kelola: apakah bisnis sudah memiliki infrastruktur yang memadai untuk mendukung audit keberlanjutan?
- Dampak Sosial Bagi Karyawan: bagaimana bisnis melibatkan karyawan dan memastikan bahwa para karyawan mendapatkan perlakuan yang baik?
- Dampak Sosial tentang Keterlibatan Masyarakat: bagaimana bisnis memberikan timbal balik terhadap kontribusi masyarakat?
- Dampak Lingkungan khususnya Pengurangan Limbah: apa yang dilakukan bisnis untuk mengurangi limbah?
- Dampak Lingkungan dari Segi Konservasi Sumber Daya: apa yang dilakukan bisnis untuk melestarikan sumber daya?
- Dampak Lingkungan dari Segi Jejak Karbon dan Pengurangan Bahan Beracun: apa yang dilakukan bisnis untuk mengurangi jejak karbon serta penggunaan bahan beracun?
- Dampak Lingkungan terhadap Pengembangan dan Siklus Hidup Produk: apa yang dilakukan bisnis untuk meminimalkan jejak karbon pada produknya?
- Dampak Lingkungan dan Sosial terhadap Rantai Pasok dan Pengadaan Produk: bagaimana bisnis melibatkan pemasok untuk menyukseskan konsep keberlanjutan?
Audit keberlanjutan mesti dilakukan secara teratur untuk mendukung kinerja perusahaan energi dalam jangka panjang. Setiap permasalahan yang ditemukan pasca audit akan menjadi bahan pembelajaran baru sehingga perusahaan mampu menyusun mitigasi dan perencanaan bisnis yang semakin matang.