Perlukah Risiko Perubahan Iklim Ditanggapi dengan Serius?

Masalah perubahan iklim memang sudah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat bahkan sejak berpuluh tahun lalu. Namun, seringkali para pebisnis tidak menghiraukan hal tersebut, terlebih lagi karena pergerakan perubahan iklim tidak begitu cepat seperti yang kita rasakan saat ini.

Seandainya ada suatu perusahaan investasi yang paling berpengaruh di dunia memperingatkan akan terjadinya sebuah kekacauan pada ekonomi global yang diakibatkan perubahan iklim, kira-kira apa reaksi Anda saat ini? Namun, Anda tidak perlu mengandaikannya lagi karena perusahaan investasi bernama Schroders yang memiliki aset dengan nilai sekitar $520 milyar telah menerbitkan sebuah artikel yang membahas perubahan iklim serta risikonya pada beberapa waktu lalu.

Tentu saja hal ini menjadi topik perbincangan yang hangat bagi para pebisnis karena isu ini bukan akan terjadi di masa depan tetapi masa sekarang ini. Artikel tersebut menyebutkan bagaimana tren pemanasan global selama 3 dekade terakhir yang mengalami kenaikan lebih dari 2 derajat celcius. Artikel tersebut juga memperingatkan bahwa tantangan tersebut akan semakin akut pada tahun ini.

Implikasi dari perubahan iklim ini bahkan membuat produk domestik bruto akan menurun hingga 10% jika kenaikan hingga 4 derajat celcius terus terjadi pada abad ini. Yang lebih buruk lagi adalah produk domestik bruto yang diproyeksikan akan menurun hingga 50% jika kenaikan suhu mencapai 6 derajat celcius. Namun jika melihat tren yang terjadi pada saat ini dengan kenaikan 2 derajat celcius, bisa diperkirakan produk domestik bruto menurun hingga 2% dan itu adalah skenario terbaik.

Iklim yang lebih panas ini tentunya akan menyebabkan perubahan drastis dalam sektor pertanian dan perikanan, keanekaragaman hayati, perdagangan hingga kesehatan. Namun apapun masalahnya, hal ini adalah konsekuensi yang harus ditanggapi dengan serius. Schroders menyatakan keseluruhan pendapatan untuk perusahaan global akan terpengaruh hingga 4% sampai 20% oleh perubahan iklim tersebut.

Dalam artikel tersebut jika dikatakan perubahan iklim bukanlah sesuatu hal yang dapat dihindari oleh para investor. Namun, hal ini menjadi sebuah hal yang krusial dan sudah seharusnya dipertimbangkan oleh para manajer aset untuk mengetahui risikonya untuk mengelola perusahaan dalam jangka panjang. Laporan yang dikeluarkan oleh Schroders ini diterbitkan untuk mencerahkan para pebisnis tentang apa saja risiko yang terjadi dari perubahan iklim baik dari skenario terburuk ataupun skenario yang sedikit lebih baik.

Temuan yang dipaparkan oleh Schroders sangat perlu untuk digarisbawahi bahwa perusahaan yang terkait akan dampak perubahan iklim harus bertransformasi dalam bisnis dan investasinya. Hal ini dikarenakan Anda tidak bisa menyalahkan siapapun jika mengalami dampak risiko yang serius akibat perubahan iklim. Namun, walaupun ada banyak risiko yang dipaparkan oleh artikel tersebut, tidak semua media memberitakan hal ini. Media-media besar di Inggris seperti BBC, SKY dan ITV tampak diam menghadapi salah satu dari penyebab kehancuran pertumbuhan ekonomi.

Risiko ataupun peluang yang diakibatkan dari perubahan iklim seharusnya tidak bisa lagi diremehkan. Namun, dengan adanya permainan politik serta media menjadi salah satu alasan mengapa kita semua masih tetap diam mengetahui masalah serta risiko yang akan terjadi dari perubahan iklim. Jika sebuah perusahaan seperti Schroders mengatakan ada masalah yang akan terjadi dari hal ini, seharusnya memang Anda tidak bisa tinggal diam. Memilih diam untuk masalah perubahan iklim sebaiknya bukanlah jadi pilihan lagi bagi Anda.