3 Cara Melindungi Data yang Tersimpan di Cloud

Penggunaan media penyimpanan Cloud adalah hal yang tidak bisa lagi dihindari di masa sekarang ini. Media penyimpanan Cloud menawarkan kemudahan untuk mengakses dokumen dari mana saja selama terhubung ke internet. Cloud semakin populer karena menawarkan data penyimpanan yang besar, praktis dan juga banyak yang gratis. Beberapa layanan yang menawarkan jasa Cloud seperti Dropbox dan Google Drive saat ini banyak dimanfaatkan orang yang mempunyai cukup banyak data digital tanpa perlu mendapatkan perangkat ekstra seperti external hard drive ataupun perangkat penyimpan memori lainnya.

Dalam konteks ini, Cloud digunakan sebagai loker penyimpanan besar dan gratis. Namun, yang perlu diwaspadai adalah bahaya keamanan yang dapat ditimbulkan oleh hal tersebut. Walaupun ada beberapa provider menjamin privasi data yang disimpan, namun bagaimana pun data tidak ada dalam pengawasan kita. Tidak ada pula yang dapat menjamin keamanan data dari kerusakan dan hilangnya data, terlebih lagi jika Anda menggunakan layanan gratis. Walaupun begitu, ada banyak layanan gratis yang juga memberikan kesempatan bagi Anda untuk melindungi data dengan tiga pilihan berikut ini:

1. Fasilitas SMS

Fitur keamanan ini dalam bentuk SMS sederhana yang sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan seperti Microsoft dan Google. Anda akan menerima pesan berupa kode sandi dalam bentuk SMS ke dalam handphone Anda. Meskipun sistem ini terbilang cukup efektif, para ahli menemukan bahwa penjahat juga dapat menemukan cara untuk melewati akses keamanan dalam fitur ini. Penjahat cyber dapat mengelabui perusahaan provider selular Anda dengan mengalihkan SMS beserta kodenya ke dalam handphone mereka. Inilah mengapa opsi lain lebih dianjurkan untuk mengamankan data Anda yang tersimpan di Cloud.

2. Fasilitas Two-Factor Authentication

Pilihan kedua tergantung pada aplikasi yang ditawarkan namun Anda bisa menggunakan aplikasi ‘Authy and Duo’. Aplikasi ini menampilkan rangkaian angka yang berubah setiap saat. Keduanya berfungsi sebagai nomor lain yang pengguna masukan dengan kata sandinya. Pilihan ini lebih nyaman karena pengguna tidak memerlukan SMS. Karena itu, penjahat cyber tidak dapat berkompromi soal keamanannya.

3. Fasilitas U2F

Pilihan ketiga ini mengharuskan pengguna untuk memasukkan sebuah perangkat kecil pada komputer mereka. Perangkat yang paling umum dan popular saat ini adalah Yubikey, gadget mini yang menawarkan metode kemanan yang mengkombinasikan metode tradisional dan biometrik. Perangkat ini akan memberikan lapisan keamanan yang akan meminta Anda memasukkan password, ‘kunci fisik’ dan username. Jika satu hal tidak terlengkapi maka pengguna tidak bisa mengakses apapun. Kunci yang satu ini dapat Anda gunakan pada layanan populer seperti Dropbox hingga Facebook.

Ketiga pilihan di atas sebetulnya sangat mudah digunakan namun tentunya Anda harus tetap waspada. Gunakan antivirus untuk mencegah malware yang akan mencuri data-data Anda. Jangan meng-klik link sembarangan atau membuka lampiran yang mencurigakan di email Anda.

Intinya, tetaplah waspada saat menggunakan Internet. Terutama jika berbicara data perusahaan, waspadalah jika ada karyawan yang menggunakan perangkat mereka sendiri. Ada kemungkinan data yang sudah dijaga kemamannya sedemikian rupa justru dikirimkan oleh sang karyawan ke penyimpanan Cloud lain tanpa sepengetahuan perusahaan. Hal ini tentunya dapat membahayakan data perusahaan. Lakukanlah edukasi pada para karyawan tentang penggunaan teknologi yang sesuai.

 

Selain itu, jangan terjebak dengan fasilitas penyimpanan data tak terbatas (unlimited) sehingga Anda membiarkan semua data tidak terurus di layanan Cloud. Segera hapus data yang mengandung informasi penting dan pribadi agar apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, data pribadi Anda tidak disalahgunakan atau disebar di internet.